Washington, D.C. WARTA GLOBAL – Masa depan TikTok di Amerika Serikat akan ditentukan besok dalam pemungutan suara penting di Kongres. RUU yang mengusulkan larangan terhadap aplikasi asal China ini telah menjadi topik panas, dengan berbagai pihak mempertanyakan dampaknya terhadap kebebasan digital dan keamanan nasional.
Mantan Presiden AS, Donald Trump, yang dulu mengupayakan pelarangan TikTok saat menjabat, kini justru berbalik arah dan menjadi sosok sentral dalam perdebatan ini. Trump secara terbuka menentang larangan TikTok, menyebutnya sebagai langkah yang bisa menguntungkan pesaing seperti Facebook, yang menurutnya memiliki rekam jejak buruk terhadap kebebasan berbicara.
“Ada banyak orang yang menggunakan TikTok, dan saya tidak yakin apakah kita harus melarangnya,” ujar Trump dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Sikap ini mengejutkan banyak pihak, mengingat sebelumnya ia menjadi motor utama upaya pelarangan TikTok dengan alasan keamanan nasional.
Di sisi lain, pemerintahan Presiden Joe Biden dan sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat dan Republik terus mendorong RUU yang dapat memaksa ByteDance, perusahaan induk TikTok yang berbasis di China, untuk menjual kepemilikannya kepada entitas Amerika atau menghadapi pemblokiran di AS.
Keputusan yang diambil besok dapat menjadi momen krusial bagi masa depan TikTok di Amerika. Apakah aplikasi ini akan tetap bertahan atau akhirnya harus hengkang dari pasar AS, masih menjadi tanda tanya besar. Semua mata kini tertuju ke Washington untuk melihat bagaimana nasib platform yang telah merevolusi media sosial ini akan ditentukan.
Redaksi VI
Washington, D.C. WARTA GLOBAL – Masa depan TikTok di Amerika Serikat akan ditentukan besok dalam pemungutan suara penting di Kongres. RUU yang mengusulkan larangan terhadap aplikasi asal China ini telah menjadi topik panas, dengan berbagai pihak mempertanyakan dampaknya terhadap kebebasan digital dan keamanan nasional.
Mantan Presiden AS, Donald Trump, yang dulu mengupayakan pelarangan TikTok saat menjabat, kini justru berbalik arah dan menjadi sosok sentral dalam perdebatan ini. Trump secara terbuka menentang larangan TikTok, menyebutnya sebagai langkah yang bisa menguntungkan pesaing seperti Facebook, yang menurutnya memiliki rekam jejak buruk terhadap kebebasan berbicara.
“Ada banyak orang yang menggunakan TikTok, dan saya tidak yakin apakah kita harus melarangnya,” ujar Trump dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Sikap ini mengejutkan banyak pihak, mengingat sebelumnya ia menjadi motor utama upaya pelarangan TikTok dengan alasan keamanan nasional.
Di sisi lain, pemerintahan Presiden Joe Biden dan sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat dan Republik terus mendorong RUU yang dapat memaksa ByteDance, perusahaan induk TikTok yang berbasis di China, untuk menjual kepemilikannya kepada entitas Amerika atau menghadapi pemblokiran di AS.
Keputusan yang diambil besok dapat menjadi momen krusial bagi masa depan TikTok di Amerika. Apakah aplikasi ini akan tetap bertahan atau akhirnya harus hengkang dari pasar AS, masih menjadi tanda tanya besar. Semua mata kini tertuju ke Washington untuk melihat bagaimana nasib platform yang telah merevolusi media sosial ini akan ditentukan.
Redaksi VI
No comments:
Post a Comment